Manasin Mesin ke Kawasan Puncak (Lagi)

Karena langit cerah ceria, kemarin pagi saya manasin mesin si biru primavera ke kawasan puncak. Nggak ada yang spesial kecuali lalu lintas depan pasar Parung yang tumben-tumbenan lancer. Jalan dari rumah jam 5.38 dan tanpa istirahat karena bensin hamper full, sekitar 1,5 jam kemudian saya sampai di depan gerbang kebun teh Gunung Mas. Seperti biasa, satu mangkok bubur ayam seharga Rp. 8.000 jadi menu sarapan. O iya, pagi itu si mamang penjual bubur super sibuk karena kedatangan rombongan goweser yang naik tiga atau empat angkot. Doi sampe stress gara-gara kehabisan mangkok! Hehe..

  

15 menit nongkrong di situ, saya langsung balik turun. Dari Gunung Mas arah petigaan Taman Safari sempet klakson-klaksonan sama rombongan Vespa matic yang dari jaketnya tampak seperti anak-anak Modern Vespa (MoVe). Tidak jauh selepas simpang Taman Safari saya ambil kiri ke jalur alternatif yang rupanya asoy banget. Jalanan naik-turun belak-belok bener-bener nikmat buat riding santai di kecepatan 30-50 km/jam. Lima belas menit kemudian saya sudah sampai di Gadok yang sepi soalnya orang masih tertahan macet di atas. Di sini saya kembali klakson-klaksonan. Bedanya, kali ini dengan romobongan Vespa classic yang sama-sama lagi turun ke arah Bogor.

Sempet istirahat ngopi di KFC depan Botani Square (ngopi kok di KFC?) saya sampai rumah jam 10 lebih dikit. Secara keseluruhan, motor-motoran kemarin lancar, nikmat, dan yang paling penting selamat.

 

This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.