Rendahnya Angka di Odometer Motor Kami

Beberapa waktu lalu saya ngopi-ngopi ganteng bareng seorang teman lama di Segafredo Pacific Place. Puas ngomong soal isu-isu mutakhir di dunia persilatan, seperti biasa obrolan kami pun lanjut ke masalah otomotif. Sama seperti saya, dia juga punya dua jenis kendaraan: operasional harian dan pemuas batin. Untuk bekerja sehari-hari dia naik CRV. Sedang untuk sekedar ke warung sebelah, ada seekor bebek Revo lawas.

Bicara soal hobby, ini yang bedain dia dengan penggemar otomotif lain yang dekat dengan saya. Hobby-nya agak mahal. Untuk motor dia ada Harley Davidson Sportster XR1200. Spesies kencang dari keluarga Sportster ini sudah beberapa tahun dipelihara setelah tobat naik supersport Kawasaki. Pengen Harley tapi harus berkarakter sporty. Lumayan kenceng buat riding dari café ke café tapi bersahabat sama pinggang, katanya. Pilihan yang lebih out of the box ada di mobil hobby. Kalo di motor dia suka yang kenceng-kenceng, urusan mobil justru pilih yang besar dan (sepertinya) nggak kencang: Land Rover Defender!

Kerja keras, kumpulin banyak uang, terus beli barang yang dulu hanya sekedar impian. Mantab! And what’s next? Ya dinaikin alias dikendarai. Dan untuk yang satu ini kami punya masalah yang sama: waktu. XR1200 dia baru nambah 2.000 kilometer-an sejak diangkut 3-4 tahun lalu. Gimana Defender-nya? Setali tiga uang, lebih banyak diselimutin biar ga masuk angin. Mirip dengan Primavera saya yang baru jalan 1.900 kilometer setelah lebih dari 1,5 tahun.

 

This entry was posted in MOBIL, MOTOR. Bookmark the permalink.