Long Term Review Vespa Primavera

Setelah lama ga bikin tulisan, hari ini saya kembali. I am baaack!!!!

Kali ini saya akan review vespa primavera. Bukan sembarang review karena ini adalah ulasan jangka panjang alias long term review. Yup! Saya pakai skuter ini hampir 1,5 tahun, sebuah waktu yang lebih dari cukup untuk tahu semua sisi dari vespa buatan Vietnam ini.

Ok, kita mulai dari tampilan motor ini. Secara desain, bagi saya ini adalah skuter terseksi yang dijual di Indonesia. Lihat saja pantatnya. Semok, mirip bumper belakang JLo. Rancang bangun primavera sepertinya terinspirasi oleh sang kakak, yang jauh lebih mahal, vespa 946. Tengok bentuk lampu, body depan, sampai tepong belakang. Ada siluet 946. Cakep!

Tapi, ada tapinya lho… Kalau kita lihat buntutnya dengan sepintas lalu, seperti yang juga pernah diulas om arantan, kita akan langsung ingat scoopy. Siapa yang plagiat di sini? Entahlah. Tapi buat saya bukan masalah besar kok. Toh Cuma mirip. Dan mirip itu tidak sama. Yang satu body-nya dibuat dari baja, yang satunya lagi plastik. Jelas beda. Pasti beda. Pokoknya beda. (mulai maksa) 😀

Dashboard primavera juga mantab. Paduan speedometer analog dan MID digital di bagian bawahnya tampak mewah dan keren! MID monochrome-nya punya visibilitas bagus dan lengkap. Mulai konsumsi bensin, dua tripmeter  (A dan B), dan tak ketinggalan jam -sangat berguna buat saya yang males pakai jam tangan.

Hal lain yang saya suka dari primavera adalah posisi duduknya. Nyaman bin santai. Punggung tegak, lengan rileks, dan kaki lurus ke bawah. Mau beli indomie ke warung dekat rumah atau touring antar pulau, dijamin sama enaknya. Ketinggian jok juga di atas rata-rata motor jepang. Rasanya mirip naik sepeda onthel. Tinggi.

Soal kepraktisan, primavera boleh diacungin jempol. Bagasinya gede. Kalau mau touring Jakarta-Semarang pp dan ga punya top box, rasanya bagasi ini cukup buat nyimpen beberapa baju dan celana ganti plus jas hujan. Buat yang bawain sesajen buat istri sepulang touring, bagasi ini punya fitur yang sangat berguna: penghangat makanan. Posisi mesin yang persis ada di bawah bagasi membuat bakso, mi ayam, burger, atau ayam goreng jadi awet panasnya. 😀 Gadget taruh di mana, mas? Tenang, ada glove box di depan yang bisa buat nyimpen dompet dan hp.

Lanjut ke rasa berkendara, atau bahasa kerennya riding feel, saya punya dua kata: lincah dan stabil. Kenapa lincah? Postur primavera yang langsing dan diameter ban yang cuma 12 inci sangat cocok dipakai menembus macetnya perkotaan. Selap selip diantara mobil bukan perkara susah. Yang penting siap-siap aja plat nomer belakang penyok diseruduk motor di belakang. Posisi plat nomer buntut semua vespa emang seolah didesain buat disodok dari belakang. Hal lain yang membuatnya lincah adalah torsi putaran bawah yang mumpuni. Dalam kondisi standar, saya 100% yakin akselerasi mesin 154 cc primavera adalah salah satu yang terbaik di kelasnya. Kadang muncul gejala gregel, tapi mesin vespa memang begitu, bukan?

Trus kenapa stabil? Karena body-nya terbuat dari metal, bukan pastik. Sangat terasa kalau dibawa melintasi jalan antar kota. Melaju lurus di kecepatan 80-100 km/jam di atas primavera sangatlah nikmat. Kualitas berkendaranya asik banget. Tidak ada gejala goyang atau oleng. Setelan suspensi yang ‘agak’ keras membuat skuter ini stabil melahap tikungan.

Seperti kata pepatah, tak ada gading yang tak retak. Di balik kehebatannya, primavera punya kelemahan yang buat saya cukup mengganggu.

Yang pertama dan utama, kualitas cat yang buruk. Primavera saya berwarna azzuro marechiaro atau biru langit. Waktu pertama kali datang ke rumah catnya kelihatan baik-baik saja. Mulus. Tapi selang 2-3 bulan mulai muncul bercak-bercak ‘panu’. Awalnya saya pikir barangkali saya saja yang ga bisa ngerawat cat. Tapi setelah ketemu beberapa  primavera berkelir sama, rupanya memang begitulah kualitas cat primavera. Panu yang tadinya cuma di cover glove box lama-lama menyebar ke sekujur body. Trus solusinya gimana? Saya sih mau cat ulang aja. Biar rapi.

Kedua, setelan shockbreaker yang keras. Terlalu keras, menurut saya. Seru sih buat nikung, tapi siapa yang mau miring-miring tiap hari?

Terakhir, mestinya piaggio ngasih stoplamp LED seperti Sprint. Dijamin bakal lebih cantik dan efek scoopy-nya berkurang.

Gimana dengan konsumsi bensin? Lebih boros dari motor jepang. Masalah? Nggak. Saya ga peduli. Toh seboros-borosnya motor ga akan lebih boros dari mobil.

Kesimpulan: terlepas dari beberapa kekurangannya, mau santai atau kenceng, mau dalam kota atau luar kota, primavera adalah teman yang siap membuat anda tersenyum ketika anda duduk di atasnya.

This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.