Istilah Penting dalam Memilih Film Kaca Mobil

Foto yang sama dari posting sebelumnya. Sengaja, soalnya saya suka background-nya dan masih relevan sama topik kali ini.

Hari minggu kemarin tetangga sebelah pasang film untuk kaca depan Ertiga-nya. Iseng saya tanya jenis film yang dipakai ke mas-mas pemasang. Dia jawab 3M tipe BB (bau badan? bebas banget? batu bacan? entahlah… :D). Saya lupa tanya ke si empunya mobil kenapa pilih merk dan tipe itu. Jawabannya bisa macem-macem. Boleh jadi kualitasnya memang bagus, atau kemakan omongan sales, atau  sesederhana warnanya gelap jadi lebih handal menahan panas.

Terus terang pengetahuan  saya soal kaca film amat sangat terbatas sekali. Selama ini saya hanya percaya saja film bawaan dealer.

Berangkat kejadian di atas saya jadi penasaran. Kenapa si tetangga memilih film yang gelap banget itu? Trus, hal-hal apa saja yang sebenernya mesti diperhatikan untuk memilih film kaca  yang tepat?

Setelah browsing sana-sini, saya menemukan pencerahan! Banyak sekali hal-hal penting yang selama ini tidak saya ketahui. Apa saja itu? Monggo disimak hal-hal di bawah.

VLT

Visible Light Transmition (VLT) adalah banyaknya cahaya yang masuk ke kabin mobil. Jadi, semakin tinggi angkanya maka akan semakin terang jika dilihat dari dalam. Menurut saya VLT ini sangat penting untuk pemilihan kaca depan karena terkait safety saat berkendara di malam hari.

INFRARED REJECTION (IRR)

Infrared atau sinar inframerah bisa didefinisikan sebagai radiasi elektomagnetik yang tidak dapat dilihat oleh mata manusia. Efek sinar ini ke kulit manusia akan terasa panas. Infrared Rejection (IRR) bisa diartikan kemampuan kaca film menolak panas dengan satuan persentase. Makin tinggi persentase semakin baik menolak panasnya.

ULTRAVIOLET LIGHT REJECTION/BLOCKED

Istilah ini maksudnya adalah kemampuan menolak sinar ultraviolet (UV) ke dalam kabin mobil. Sinar UV mempunyai daya tembus lebih baik dibanding inframerah. Oleh karena itu efeknya sangat besar baik ke pengemudi, penumpang, maupun keawetan interior. Dari hasil searching di beberapa website penjual, film kaca branded umumnya mempunyai penolak UV yang cukup tinggi, yakni berkisar 97%-99%.

INTERIOR/VISIBLE LIGHT REFLECTANCE

Interior atau Visible Light Reflectance adalah efek cermin (pantulan) yang ditimbulkan oleh kaca film, terutama jika dilihat dari dalam. Sehingga semakin kecil persentasenya maka makin bagus. Biasanya akan terasa di kaca film depan mobil. Kalau persentasenya besar maka pantulan dasbor akan tampak di kaca dan dapat mengganggu pengemudi. Apalagi kalau warna dasbornya beige akan lebih kelihatan. Bila ingin memasang kaca film untuk windshield (kaca depan) mobil gunakan yang mempunyai interior atau visible light relection rendah. Umumnya ada di angka 8% ke bawah.

TSER

Total Solar Energy Rejected adalah kemampuan total ketiga faktor VLT, Infrared Rejection dan UV rejection dalam satuan persen. TSER diperoleh dari penambahan persentase cahaya yang terefleksi (reflect) dan cahaya yang diteruskan/diserap lalu dibagi 100. TSER bisa dijadikan panduan awal dalam memilih kaca film selain UV dan IRR. Kucinya adalah: pilih angka persentase tertinggi untuk ketiganya.

Mobil saya dulu. Kaca depannya gelap banget tapi panas masih gampang masuk kabin.

Ini pemandangan dari dalam mobil

Pantesan dulu saya pakai kaca film hitam pekat tapi panas masih masuk dan mata cepat lelah kalau nyetir siang hari. :s

OK, sekian dulu. Mudah-mudahan bermanfaat.

 

This entry was posted in MOBIL and tagged , , , . Bookmark the permalink.