Saudara-saudara, Inilah Sepeda Motor Pertama di Indonesia!

 

Waktu browsing sana-sini cari informasi soal motor lawas, secara tidak sengaja saya menemukan jawaban atas pertanyaan yang super penting: “sepeda motor apakah yang pertama ada di negeri ini?”

Nama site-nya motorlama.com, sebuah blog/website yang sayangnya sudah tidak aktif lagi. Berikut beberapa info yang saya dapat dari motorlama.

Sepeda motor pertama yang pernah tercatat di nusantara dibawa oleh pria berkebangsaan Inggris bernama John C. Potter. Ia bekerja sebagai masinis pertama di sebuah pabrik gula di Probolinggo, Jawa Timur. Potter memesan sepeda motor itu ke pabriknya, Hildebrand und Wolfmüller, di Muenchen, Jerman. Menurut buku Krèta Sètan (de duivelswagen), motor itu tiba tahun 1893. Jadi, bisa dibayangkan betapa kerennya mbah Potter ini di jamannya.

Yang menarik, meskipun tidak dibawa oleh orang asli Indonesia, motor ini ternyata merupakan salah satu motor pertama di dunia. Dari informasi yang bisa kita temukan di berbagai sumber di internet, sepeda motor komersial (dijual untuk umum) pertama muncul tahun 1983 di pabrik Hildebrand und Wolfmüller. Sepeda motor hasil pabrik ini pertama kali masuk benua Amerika tahun 1895 ketika seorang pemain sirkus asal Perancis membawanya ke New York. Jadi, bisa disimpulkan bahwa pulau Jawa lebih dulu punya sepeda motor dibandingkan Amerika dan sebagian besar bagian bumi lainnya. Di tahun yang sama ketika sepeda motor dijual untuk pertama kalinya di muka bumi. Mantab, kan?

Sepeda motor ini tidak menggunakan rantai dan roda belakang digerakkan langsung oleh kruk as (crankshaft).   Meski berusia ratusan tahun, ternyata motor komersial pertama di dunia ini sudah mengusung teknologi yang sampai saat ini masih dipakai diantaranya adalah twin-silinder horizontal, 4 valve, berpendingin air, dan berkapasitas mesin besar yaitu 1.500 cc dengan bahan bakar bensin atau nafta.  Namun, meski bermesin besar tetapi tenaga kuda yang dihasilkan hanya 2,5HP saja pada 240 rpm.  Selain itu, sepeda motor ini belum menggunakan persneling, belum menggunakan magnet, belum menggunakan aki, belum menggunakan koil, dan belum menggunakan kabel listrik.   Diperlukan waktu sekitar 20 menit untuk menghidupkan dan mestabilkan mesinnya.  Maklum, namanya juga yang pertama.

Terus gimana masib motor ini sekarang?

Setelah mangkrak tidak terurus selama 40 tahun, pada tahun 1932 sepeda motor ini ditemukan di garasi rumah yang pernah ditinggali Potter. Mekanik-mekanik Surabya waktu itu sukses melakukan restorasi lalu menyimpannya di kantor sebuah mingguan otomotif. Kemudian sepeda motor antik itu diboyong ke Museum Lalu Lintas (Museum Polisi) di Surabaya, dan selanjutnya pada tahun 1934 disumbangkan ke Museum Negeri Mpu Tantular di Sidoarjo. Di museum ini, anehnya, barang antik ini diberi nama yang aneh: sepeda motor uap merk Daimler. Uap dari mananya??? 😀

Saya sempat cek website museum dan ternyata masih ada! Mudah-mudahan di sana memang ada beneran ya. Silakan klik http://www.museum-mputantular.com/zonateknologi-modern-dan-peraga-iptek/.

Sumber: www.motorlama.com, www.museum-mputantular.com.

This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.