Melibas pantura dengan sedan? Aman!

Tidak sedikit orang yang berpikir kalau mobil dengan ground clearance rendah tidak cocok untuk bepergian ke luar kota. Bayangan akan kondisi jalan berlubang atau tidak rata sering menghantui pemilik sedan setiap musim mudik tiba.  Kekhawatiran yang beralasan, karena kondisi infrastruktur kita ya begitulah adanya.

Seminggu yang lalu, tepatnya 13-17 Mei, saya dan istri ambil cuti untuk mengunjungi ibu di Demak. Berhubung waktu mencukupi dan pengasuh putri kami juga pengen ikut, kami putuskan ke Demak lewat darat via pantura. Dan karena satu-satunya mobil yang ada di rumah adalah Honda City, mau tidak mau kami harus melintasi jalur pesisir utara Jawa itu di atas sebuah sedan.

Honda City kami rakitan tahun 2013. Artinya ini model sebelum major change 2014 lalu dan punya ground clearance 155 mm. Kalau anda pikir livina sudah rendah, ini 20 mm lebih rendah. Jelas bukan lawan sepadan buat lubang besar yang memang bisa muncul kapanpun di sepanjang pantura. Terus, bagaimana perjalanan kami? Alhamdulillah lancar dan nyaman. Sadar dengan ground clearance mobil, sebelum berangkat saya lakukan riset internet tentang kondisi jalan. Beruntung saya menemukan thread Pantura Cruiser Community di Forum Kaskus. Sesuai namanya, di thread ini banyak kaskuser yang saling berbagi tentang perjalanan mereka di pantura. Di sinilah saya tahu kalau tol Pejagan rusak parah dan sedang ada perbaikan di banyak titik. Juga tentang adanya beberapa lubang yang harus diwaspadai di jalur Losari-Brebes-Tegal.

Dengan bekal informasi tadi, di luar kemacetan luar biasa waktu keluar tol Cikopo/Cikampek, perjalanan saya alhamdulillah lancar jaya. Nikmat banget malahan karena adanya paddle shift yang memberi sensasi manual di transmisi otomatis. Setelan suspensi yang agak rigid khas Honda memang sedikit mengganggu waktu beberapa kali menghajar lubang, tapi kompensasi handling yang presisi membuat saya tidak terlalu peduli. Toh, secara umum kondisi jalur pantura cukup mulus.

Lepas dari Cikampek sekitar jam 10 malam, saya langsung tancap gas. Harap dimaklumi soalnya dari rest area km. 57 tol Cikampek sampai bayar tol di gerbang Cikopo saya perlu antri sekitar 2,5 jam. Bener-bener kayak lebaran. Kondisi jalan pantura Jawa Barat dari Cikampek sampai menjelang Cirebon relatif mulus. Masuk tol Palikanci di gerbang Plumbon sempat antri 20 menit gara-gara kebanyakan mobil. Kondisi jalan tol dari titik ini sampai keluar Kanci cukup bagus. Lari 100-140 km/jam masih sangat nyaman.

Sampai di jalan pantura Losari sekitar jam 1 dini hari mata sudah berat. Saatnya istirahat. Dengan kondisi fisik seperti ini, maksa jalan sama saja bunuh diri. Begitu lihat ada pom bensin, saya masuk saja dan merem sekitar 20 menit. Tidak lama tapi pules banget. Perjalanan saya lanjutkan sampai di pom bensin MURI Tegal di mana saya istirahat sekitar sejam. Pom bensin ini adalah tempat istirahat favorit saya setiap kali melintasi pantura. Fasilitasnya super lengkap dan bersih. Mulai dari toilet yang sangat terawat, minimarket, cafe, sampai kolam renang. Tidak heran kalau setiap saya singgah, area parkirnya selalu penuh oleh kendaraan pribadi.

Kondisi jalan dari keluar tol Kanci sampai pom bensin MURI agak lebih jelek dibanding pantura Jabar. Beberapa lubang, yang kebanyakan ada di lajur kanan,  cukup mengganggu kenyamanan.

Setelah puas ngopi dan membereskan urusan toilet, saya jalan dari pom bensin MURI jam 3.45. Sempat istirahat sholat subuh di daerah Batang, saya lanjut bablas sampai Demak. Kondisi jalan di sepertiga terakhir perjalanan boleh dibilang super lancar dan mulus.

Hal penting yang mau saya sampaikan di sini adalah kenali kekurangan mobil untuk menghadapi buruknya infrastruktur di negeri ini. Dari situ kita cari cara untuk mengurangi risiko. Simple, tapi buat saya terbukti sangat berguna.

Oh iya, untuk musim mudik tahun ini sepertinya beban pantura akan berkurang karena saya lihat tol Cipali (Cikampek-Palimanan) benar-benar sudah akan rampung. Kedua ujung, baik di Cikampek maupun Palimanan, sudah jadi dan tinggal merapihkan beberapa perangkat pendukung seperti marka dan besi pembatas jalan. Mudah-mudahan tepat waktu.

This entry was posted in MOBIL and tagged , . Bookmark the permalink.