Nyoba Z250SL, Soto Betawi Haji Husein, lanjut Kopikina

Setelah sebulan lebih ga gaul bareng, Sabtu pagi kemarin akhirnya kesampaian juga sarapan bareng geng motor djahanam. Dinamakan djahanam karena salah satu kawan saya adalah¬†pemakai hajar djahanam yang tersohor itu. Entah demi apa dia melakukannya. ūüėÄ

Janjian di jalan asia afrika depan patung panahan senayan jam 6.30 tapi geng yang isinya cuma 3 orang itu baru komplit jam 8. Keinginan kami untuk bangun pagi  rupanya kalah sama empuknya kasur.

Saya naik si biru primavera sedangkan dua motor lainnya adalah LX merah dan Z250SL orange. Berhubung hari masih pagi dan perut belum begitu lapar, saya sempatkan test ride Z250SL dulu. Pengen buktiin review media dan blogger otomotif yang bilang kalau motor ini lincah dan penuh torsi. Secara teori sih harusnya begitu. Lha wong mesin ambil dari KLX 250 dan body cuma segede Yamaha Vixion. Hasil tesnya gimana? Setelah satu puteran panahan-sency-mulia-panahan, saya berkesimpulan kalau Z250SL memang enak buat jalan dalam kota. Tenaga sih biasa saja, tapi torsinya lumayan gede. Dipadu dengan frame kaku yang bentuknya eye catching itu, motor ini nikmat buat selap selip diantara mobil. Bisa saja sih dibawa luar kota, tapi dijamin pantat bakal cepet panas. Joknya tipis banget. Plus, pinggang dan tangan mungkin bakal cepet pegel. Streetfighter ini memang tidak pakai setang jepit seperti saudaranya RR Mono, tapi posisinya masih lumayan rendah.

Oh iya, dari sisi tampilan menurut saya ini adalah salah satu motor terganteng yang ada di Indonesia. Dan pendapat saya sepertinya diamini oleh Yamaha. Lihat saja Vixion baru yang mukanya mirip banget sama si SL.

 

Setelah si biru selesai dijajal sama yang punya SL, kami lanjut meluncur ke tujuan kuliner pagi itu: soto betawi haji husein manggarai. Kalau mau tahu di mana posisi persisnya, monggo di-google aja. Buanyak review dan rata-rata bilang enak karena memang uenak. Rasa dan porsinya pas buat saya. Jangan kaget kalau mesti antri tempat duduk ya soalnya warung ini memang sudah rame dari pagi.

Karena matahari masih rendah, kami sepakat cari tempat ngobrol yang lebih kondusif. Ga enak kalau tetap di situ. Antrian tempat duduk sudah mulai panjang. Setelah tanya mbah google, diputuskan untuk ngopi2 ganteng di Kopikina jalan Casablanca. Habis bayar parkir 2 ribu per motor, meluncurlah kami ke apartemen  Cervino Village buat jemput seorang temen sekalian numpang parkir, lalu lanjut jalan kaki 200 meter-an ke Kopikina. Ya… itung-itung cari keringet mumpung masih pagi.

 

 

 

 

This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.