Bikers Sekarang memang Penuh Gaya

ribuan-motor

Belakangan saya perhatikan pengendara sepeda motor di Jakarta tampilannya keren-keren. Merk-merk yang dulu saya anggap mahal seperti KYT dan INK sudah seperti helm standar bagi bikers ibu kota. Selain sudah memenuhi standar SNI, helm di level ini juga tersedia dalam berbagai desain mulai dari klasik a la scooterist sampai modular kesukaan adventure riders. Lengkap banget.

Selain memakai helm bagus, sekarang jarang sekali ada biker mengenakan jaket bonus dari showroom. Mereka bangga dengan jaket komunitas yang biasanya ada tulisan “….. community” atau “….. bikers” atay “…..riders”. Kalau dulu merk jaket lokal jumlahnya terbatas, sekarang banyak pilihan. Desain dan materialnya pun beraneka ragam, tinggal sesuaikan dengan isi kantong.

Touring-TRiC-Prambanan-04

Kalau diingat-ingat lagi, sekitar 10-15 tahun yang lalu situasinya agak berbeda. Saya masih ingat betul dulu banyak orang wira-wiri di jalan pakai jaket dealer. Mayoritas helm yang dikenakan pun kalau bukan bonus motor ya seputaran merk DMI atau Hiu.

Pertanyaannya: kenapa bisa begitu?

Menurut saya faktor pertama dan utama adalah daya beli yang meningkat. Kedua, rentang produk yang tersedia di pasar juga semakin lebar -dari harga 100 ribu sampai 500 ribu- yang membuat konsumen tinggal menyesuaikan dengan isi dompet. Ketiga, dan sepertinya pengaruhnya besar, adalah perasaan untuk tidak mau kalah keren dibanding teman atau tetangga. Orang Indonesia konon adalah manusia-manusia yang guyub atau senang bersosialisasi, alhasil racun-racun helm dan jaket ini dengan mudah menyebar.

Dengan populasi Indonesia yang mayoritas berusia muda dan diikuti pertumbuhan kelas menengah, sepertinya bisnis apparel ini masih punya peluang untuk terus berkembang. Jalanan kita pun akan makin terlihat penuh dengan bikers yang fashionable.

This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.