Seberapa Penting sih Helm Branded?

vespaok2

Barangkali saya adalah satu dari sekian banyak orang yang punya lebih dari satu helm untuk naik motor yang sama. Satu helm untuk keperluan harian, yang biasanya adalah merk lokal, dan satu lagi helm untuk keperluan tertentu –bisa untuk touring, gaul, atau sejenisnya dan biasanya berasal dari merek luar negeri. Dalam kasus saya, helm pertama adalah INK MF-1 dan helm kedua adalah Nolan N20. Perpaduan dua merek lazim ditemui diantara pengguna modern Vespa.

INK MF-1, banyak dianggap sebagai versi pahe dari Nolan N43 karena kemiripan (atau kesamaan?) desain, bagi saya sudah sangat mumpuni untuk keperluan harian. Materialnya bagus, paling tidak terasa keras dan tebal kalau diketok pakai tangan, punya visibilitas memadai, dan sangat praktis serta aman karena punya pelindung dagu yang bisa dilepas. Dengan harga sedikit di bawah Rp. 500 ribu, saya pikir helm ini punya value for money yang sangat baik. Di luar kualitas finishing di beberapa parts, terutama bagian di balik busa yang jujur saja amburadul, sejauh ini saya puas dengan MF-1 yang penampakannya seperti di bawah (gambar dari blog om arantan yang sayangnya sudah tidak aktif lagi).

Ink-MF1

Di sisi lain, waktu saya beli setahun lalu harga N20 kalau tidak salah hampir 2 juta. Sebuah angka yang cukup tinggi untuk helm half face yang kaca depannya bahkan tidak bisa menutupi muka secara penuh. Material batoknya memang terasa solid sekaligus ringan, tapi soal overall safety, menurut saya helm Italia ini satu level di bawah MF-1. Bicara finishing, ada harga ada rupa. Bagus banget. Dua atau tiga tingkat lah di atas INK. Dan ada satu hal lagi yang tidak akan mungkin bisa disamai oleh merek lokal manapun: gengsi atau prestise. Jujur, saya memutuskan beli N20 karena merasa perlu punya helm yang kualitas dan levelnya setara dengan motor yang saya naiki.

N20

Karena helm tidak hanya bisa dilihat dari sisi safety tapi juga fashion, makanya saya berpendapat kalau helm branded itu penting bagi yang mampu. Paling tidak, sesuaikan dengan motor yang dinaiki. INK MF-1 memang helm lokal tapi masuk kategori mid-end jadi masih OK kalau sekali-sekali dipakai untuk naik motor hobby. Ingat, untuk motor hobby ya, bukan motor operasional semacam revo, mio, dan sejenisnya. Untuk motor jenis ini, saya setuju dengan prinsip “yang penting sudah SNI.”

ninja

Mata saya sepet setiap lihat orang naik Ninja 250 atau R25 tapi helmnya seharganya 100 ribuan semacam H*u atau Ga*z. Beli motor mahal aja bisa masak beli helm yang lebih cantik, dan terutama lebih aman, gak bisa?

This entry was posted in MOTOR and tagged , , . Bookmark the permalink.